Ini Dia Penyebab motor Injeksi Mati Mendadak dan Cara Mengatasinya

penyebab motor injeksi mati mendadak

Daftar Isi

Belakangan ini penerapan sistem injeksi pada motor memang sudah dilakukan dalam skala besar, bahkan hampir semua motor yang diproduksi, terutama yang model terbaru sudah menggunakan sistem injeksi.

Memang sistem injeksi dianggap memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan sistem karburator. Akan tetapi, untuk perawatannya sendiri mesin dengan sistem injeksi memang cukup rumit dan mahal. Karena jika salah satu komponen saja rusak maka akan membuat komponen lainnya juga ikut rusak dan membuat mesin motor mati mendadak.

Maka dari itu dibutuhkan perawatan rutin untuk menjaga kondisi mesin motor injeksi Anda agar tidak mogok. Karena ada banyak sekali penyebab motor injeksi mati mendadak yang tidak disadari oleh banyak orang.

LIhat juga:

Penyebab Motor Injeksi Mati Mendadak

  1. Busi Mati

Permasalahan bagi motor injeksi dan motor karburator sebenarnya hampir sama saja, pada saat mengalami mesin yang mati mendadak atau mogok, sebenarnya hampir sama saja. Karena sebagian besar kerusakan terletak pada bagian vital yakni busi yang hampir selalu menjadi penyebab motor mati mendadak.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan busi, yang pertama karena kondisi busi yang sudah tidak layak untuk digunakan sehingga harus diganti. Meski pada dasarnya busi masih bisa digunakan akan tetapi jika

Beberapa hal yang memicu busi mati, bisa karena kondisi busi yang seharusnya diganti tapi tidak diganti. busi yang sudah tidak layak, memang masih bisa digunakan tetapi sangat rentan mati.

Jadi wajib untuk Anda ketahui bahwa setiap busi mempunyai masa pakai, sekalipun busi tersebut merupakan busi dengan kualitas terbaik. Hal ini dikarenakan busi letaknya berada di ruang bakar dan secara langsung berinteraksi pada pembakaran di dalam mesin. Maka dari itu busi bekerja pada suhu yang sangat ekstrim.

Secara umum busi dapat digunakan hingga penggunaan 10.000 kilometer akan tetapi terdapat beberapa kondisi yang mampu membuat busi menjadi cepat rusak. Nah, salah satunya seperti suplai bensin yang lebih boros.

  1. Klep Mesin Terganjal

Klep atau katup bertugas sebagai pintu keluar masuknya material yang berada dari mesin. Sehingga material yang digunakan sebagai proses pembakaran seperti udara dan bensin akan masuk melalui katup hisap ini.

Sedangkan material gas hasil sisa dari pembakaran akan dikeluarkan melalui katup buang.

Apabila klep terganjal maka akan menyebabkan klep tidak bisa tertutup dengan rapat sehingga pada saat langkah kompresi, akan membuat material pembakaran keluar melalui celah klep yang tidak rapat ini.

Nah, hal inilah yang menjadi faktor mengapa pembakaran tidak terjadi dan mengakibatkan mesin mati.

Klep dapat tertutup dikarenakan terdapat karbon sisa pembakaran. Karena pembakaran mesin akan dapat menghasilkan material residu seperti gas karbon monoksida. Selain itu karbon padat juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Karena material yang padat tersebut jika mengganjal klep maka akan secara otomatis mampu membuat klep tidak dapat tertutup secara rapat, hal ini membuat klep mesin terganjal sehingga membuat mesin motor menjadi mati.

Permasalahan ini dapat diatasi dengan cara membersihkan klep mesin. Caranya adalah dengan melepas klep dari mesin melalui bagian kepala silinder.

  1. Saringan Udara yang Sudah Terlalu Kotor

Saringan udara pada motor injeksi memang memiliki fungsi yang sangat penting karena bertugas untuk menyaring udara dari kotoran dan debu yang bisa saja masuk sehingga dapat membuat udara yang masuk ke dalam ruang bakar dapat menjadi lebih jernih.

Akan tetapi pada saat saringan udara terlalu kotor akan akan dapat menyebabkan dua masalah, yakni udara akan terhambat oleh sumbatan dari kotoran yang terletak di permukaan saringan. Hal ini akan memberikan beban pada mesin sehingga membuat idle mesin dapat mati secara tiba-tiba.

Maka dari itu, sebagai pengguna motor injeksi lakukan pembersihan untuk filter udara pada interval 5.000 kilometer. Namun memang hal ini tidak mudah dilakukan oleh semua orang karena letak filter yang tersembunyi. Sehingga cara terbaik adalah dengan tidak melewatkan jadwal service motor Anda karena pada saat diservice, secara otomatis filter akan dibersihkan.

  1. Injektor yang Tersumbat

Karena mesin motor injeksi, jadi ketika terdapat masalah yang pertama harus Anda periksa adalah sistem injeksinya. Coba lihat apakah terdapat sumbatan pada injector motor. Sumbatan tersebut dapat berasal dari injektor yang berupa kotoran dan debut yang secara tidak sengaja terbawa oleh aliran bahan bakar atau bensin.

Meskipun sebenarnya terdapat saringan bensin yang mampu menyaring kotoran yang masuk, namun masih ada saja kotoran yang memiliki ukuran sangat kecil dan berupa partikel yang ukurannya jauh lebih kecil dari saringan.

Apabila semua kotoran tersebut dibiarkan dan akhirnya bertumpuk di ujung injektor maka akan mengakibatkan injektor tersumbat dan hal ini akan membuat bensin hanya menetes saja dari injektor atau bahkan bensin tidak keluar sama sekali.

Untuk mengatasi masalah ini, yang harus Anda lakukan hanya flushing sistem injeksi saja. Namun untuk melakukannya Anda membutuhkan bahan pembersih khusus yang dicampurkan pada bensin untuk membuat proses flushing dapat berjalan dengan lancar.

  1. Terjadi Kerusakan Pada Sensor Injeksi

Salah satu komponen injeksi yang diperiksa berikutnya adalah sensor injeksi. Karena pada saat terjadi kerusakan pada sensor injeksi maka indikator mesin mau pun cek engine akan berkedip. Kerusakan ini akan memang tidak akan serta merta membuat mesin mati namun kadang cek engine akan berkedip meski mesin masih dapat berjalan dengan normal.

Akan tetapi cek engine merupakan sistem koreksi yang secara otomatis berada pada sistem injeksi yang akan memberitahukan pada Anda jika terdapat masalah di sistem injeksi motor Anda.

Untuk mengetahui masalah apa yang terdapat pada motor, Anda membutuhkan bantuan scanner, akan tetapi ada beberapa jenis motor yang dapat memperhatikan pola kedipannya untuk dapat mengetahui sensor injeksi mana yang rusak.

Pada saat sensor rusak telah ditemukan, bukan berarti sensornya juga benar-benar rusak ya, karena perasalahannya hanya terdapat pada soket sensor saja yang tidak klop ataupun kabel sensor yang sudah terkelupas hingga putus.

Cara Mengatasi Motor Injeksi yang Mati

Untuk mengatasi motor injeksi yang mati ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti menggunakan jenis bahan bakar yang jumlah oktannya sama, karena jika jumlah oktannya berbeda maka akan menciptakan sisa karbon yang menumpuk pada ruang pembakaran motor injeksi.

Cara kedua adalah dengan mengganti saringan udara motor injeksi setiap 8.000 kilometer. Karena saringan udara yang kotor akibat debu dan kotoran lainnya yang menempel pada saringan udara ini akan membuat ruang pembakaran injeksi motor menjadi kotor.

Ketika ruang pembakaran injeksi menjadi kotor, maka akan berdampak buruk bagi mesin yang bisa membuat mesin motor berhenti mendadak atau mogok.

Cara ketiga yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan injector cleaner secara teratur atau setiap 4.000 kilometer. Sebenarnya hal ini akan dilakukan secara otomatis pada saat Anda melakukan servis motor secara berkala.

Cara yang terakhir adalah dengan membersihkan deposit karbon yang terletak pada sistem pembakaran mesin untuk membuat pembakaran menjadi sempurna, menghemat bahan bakar, meningkatkan performa mesin hingga menghilangkan engine knocking yakni suara seperti menembak yang keluar dari knalpot.

Sebenarnya untuk membuat mesin motor injeksi tetap dalam keadaan prima adalah dengan melakukan perawatan secara rutin di bengkel yang sudah bersertifikat. Dengan begitu setiap penyebab motor injeksi mati mendadak akan dapat diatasi dengan tepat.

Referensi :

  • https://bit.ly/37FIb13
  • https://bit.ly/2tJkvKr
  • https://bit.ly/2TYkn4h

source image:

  • https://bit.ly/2vkv86B

Tinggalkan komentar