Gaya Riding Motor Harley-Davidson Bikin Arogan?

2af40091 17b1 4d0f 9702 0892d6d44388 169

Jakarta

Harley-Davidson punya bobot dan ukuran yang berbeda dari motor biasanya. Pengamat Otomotif Yannes Martinus menyebut dimensi motor serta ergonomi berkendara motor itu juga mempengaruhi sikap penunggangnya. Bahkan di satu sisi berefek ke karakteristik penunggang moge.

“Jadi kalau kita bicara desain, ini bukan saya bikin statement, tapi ini riset dari kampus paling keren di dunia, MIT,” buka Yannes dalam program drooftalk, Rabu (4/11) semalam.

Menurutnya, desain motor yang berbeda juga menimbulkan karakter yang berbeda dari pengendara. Di sisi lain, tentu bukan perkara yang mudah untuk mengendarai motor gede (moge) satu ini karena tenaganya yang berlimpah dan bobotnya yang cukup berat.

Ia menyatakan posisi riding dengan tangan terbuka lebar saat mengendarai Harley-Davidson turut mempengaruhi psikologis seseorang menjadi lebih berani dan lebih merasa kuat.

Expansion body itu membuat siapapun yang menggunakannya, yang berada dalam posisi expand posisinya. Itu akan menjadi sosok yang lebih berani, lebih merasa kuat, lebih berani mengambil risiko, makanya kalau kita lihat meja direktur, lebih gede kursinya, lebih besar. Expansion body ini membuat karakter manusia yang tadinya introvert jadi ekstrovert,” sambung akademisi dari Institut Teknologi Bandung ini.

[Gambas:Video 20detik]

Tidak hanya itu dengan suara khas menggelegar mesin V-Twin yang diusung Harley-Davidson juga cukup membuat degup jantung bergetar.

“Sekarang saya lihat desain kendaraan Harley-Davidson mau nggak mau bikin kita expand. Itu baru dari gestur kita, kemudian visualnya body-nya gede.”

“Jadi kalau dia alam bebas kalau kita analogikan, setara singa deh, besar, powerful, belum kalau dia mengaum, roaming-nya menggelegar, rpm-nya tinggi provoking bikin orang agak kerut juga,” jelas Yannes.

Simak Video “Indro Warkop Jelaskan Beda Biker Dulu dan Sekarang
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)



Tinggalkan komentar