GM percepat pengembangan mobil listrik dan “self-driving”

gm percepat pengembangan mobil listrik dan self driving

Jakarta (ANTARA) – CEO General Motors Mary Barra mengatakan perusahaan akan mempercepat pengembangan kendaraan listrik baru ke pasar, serta mengumumkan langkah besar ke depan dalam pengembangan mobil swakemudi (self-driving).

Dilansir USA Today, GM juga membuat kemajuan dalam merekrut dan memanggil kembali pekerja di dua fasilitasnya.

Baca juga: Cara merawat mobil listrik, dari servis hingga suku cadang

GM mengatakan pihaknya telah mulai mempekerjakan lebih dari 1.000 pekerja di pabrik baterai EV baru di dekat bekas pabrik Lordstown Assembly GM Ohio.

Perusahaan juga akan mulai memanggil kembali para pekerjanya ke Pabrik ZERO di Detroit dan Hamtramck mulai awal tahun depan untuk mengubah fasilitas tersebut untuk membangun kendaraan listrik, electric vehicle/EV.

GM telah mengatakan akan membawa setidaknya 20 kendaraan listrik baru ke pasar pada tahun 2023. Dua di antaranya telah hadir, yaitu SUV Cadillac Lyriq, yang akan dipasarkan pada tahun 2022, dan pickup GMC Hummer EV, yang akan memasuki pasar akhir tahun depan.

Barra mengatakan GM akan membawa EV ke pasar lebih cepat daripada yang diantisipasi semula, menyinggung kemitraan strategis dan investasi dalam teknologi karena telah memungkinkannya untuk mempercepat pengembangan produk.

Baca juga: Luhut: Indonesia harap jadi pasar utama kendaraan listrik di ASEAN

Salah satu kemitraan GM adalah dengan LG Chem dalam usaha patungan Ultium Cells LLC.

Usaha tersebut akan memproduksi secara massal sel baterai Ultium untuk kendaraan listrik dan GM sedang membangun pabrik seluas 3 juta kaki persegi untuk itu yang terletak berdekatan dengan bekas pabrik perakitan mobil GM dekat Lordstown, Ohio.

Sementara itu, untuk perkembangan untuk kendaraan swakemudi, GM mengatakan Departemen Kendaraan Bermotor California memberi Cruise LLC lampu hijau untuk menguji kendaraan tanpa pengemudinya di jalanan San Francisco.

Barra mengatakan kepada analis bahwa mendapatkan izin di San Francisco sangat penting bagi kemampuan GM untuk memajukan bisnis mobil otonom.

“Jika Anda berpikir tentang berbagi tumpangan hari ini, peluang untuk memperoleh keuntungan ada di lingkungan perkotaan yang padat,” kata Barra. “Jadi, memiliki kesempatan untuk mengujinya ada jalan menuju komersialisasi dan profitabilitas yang lebih cepat.”

Baca juga: Semua mobil Bentley “full electric” pada 2030

Baca juga: Memantik energi baru dan masa depan melalui kendaraan listrik

Baca juga: Ridwan Kamil: Jabar anggarkan beli mobil listrik untuk dinas pada 2021

Pewarta: A087
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020

Tinggalkan komentar